ISBN : On Progress
Kepengarangan : Dr. H.SUCIPTO, S.Pd.,M.Si.M.Hum
Nama Pena : SUCIPTO PUTRA SANG FAJAR
Penerbit : Lenggo Geni Pustaka
Kategori : Fiksi
Jumlah Halaman : 181 Halaman
SINOPSIS
Kebahagiaan menyelimuti Kerajaan Pulau Halimun saat Raja Sambu Batung menikahi Putri Perak Intirawan, wanita lembut yang menjadi cahaya baru bagi kerajaan. Dalam semangat memperluas kekuasaan dan memperkuat hubungan politik, sang raja membawa permaisurinya dalam perjalanan diplomatik yang tampak menjanjikan. Namun, perjalanan pulang yang seharusnya penuh harapan justru menjadi awal dari takdir yang kelam. Ketika Putri Perak yang tengah mengandung tiba-tiba mengidam durian di tengah hutan asing, mereka tanpa sadar memasuki wilayah terlarang—kekuasaan Pangga Dewa, sosok sakti mandraguna yang menguasai hutan dengan aturan yang tak bisa dilanggar.
Permintaan sederhana itu berubah menjadi perjanjian mengerikan. Pangga Dewa menuntut balasan yang tak masuk akal: anak dalam kandungan sang permaisuri. Terjebak antara harga diri dan cinta, Raja Sambu Batung memilih jalan yang keliru—menyembunyikan amarah di balik persetujuan, lalu membalas dengan pengkhianatan. Malam berdarah pun terjadi. Namun rencana itu justru membuka pintu kehancuran yang lebih besar. Pertempuran meletus, nyawa melayang, dan tragedi mencapai puncaknya ketika Putri Perak kehilangan hidupnya di tengah kekacauan yang diciptakan oleh keputusan sang raja sendiri. Kematian itu membakar dendam Panglima Ranggas Kanibungan, ayah sang putri, yang bangkit dengan amarah tak terbendung. Perang besar tak terhindarkan, mempertemukan kekuatan manusia dengan kesaktian yang melampaui nalar. Di tengah tanah yang telah terkutuk oleh darah dan keserakahan, Raja Sambu Batung dan Pangga Dewa akhirnya berhadapan dalam duel penentu takdir. Pertarungan itu bukan hanya soal hidup dan mati, tetapi tentang kebenaran, kesombongan, dan harga dari setiap pilihan.
Ketika semuanya berakhir, tidak ada kemenangan yang benar-benar terasa. Yang tersisa hanyalah kehilangan, penyesalan, dan legenda yang abadi. Tubuh Pangga Dewa menjelma menjadi dua tanjung—Tanjung Pangga dan Tanjung Dewa—menjadi saksi bisu dari kisah tentang kekuasaan yang disalahgunakan, cinta yang terenggut, dan dendam yang tak pernah benar-benar usai. Sebuah cerita yang mengingatkan bahwa setiap keinginan memiliki harga, dan tidak semua harga dapat dibayar tanpa menghancurkan segalanya.





Reviews
There are no reviews yet.