AquaLoop: Penerapan Recirculating Aquaculture System (RAS) Terintegrasi Akuaponik untuk Optimalisasi Lahan Sempit Perkotaan

0 out of 5
0.00 (0 Ulasan)
6 Dilihat
0 Terjual

Rp90,000.00

Category:

ISBN: Sedang dalam Proses

Penulis: Dr. H.SUCIPTO, S.Pd.,M.Si.M.Hum

Penerbit : Lenggo Geni Pustaka

Kategori : Buku Referensi

Jumlah Halaman : 168 Halaman

SINOPSIS

Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak harus menjadi penghalang untuk menghasilkan pangan melalui kegiatan akuakultur. AquaLoop: Penerapan Recirculating Aquaculture System (RAS) Terintegrasi Akuaponik untuk Optimalisasi Lahan Sempit Perkotaan mengangkat gagasan pemanfaatan ruang terbatas melalui perpaduan budidaya ikan, pengelolaan air, dan tanaman dalam satu sistem yang saling mendukung. Buku ini membahas AquaLoop secara menyeluruh, mulai dari pengenalan akuakultur perkotaan, prinsip kerja RAS dan akuaponik, perancangan sistem pada lahan sempit, instalasi kolam dan perpipaan, filtrasi, hingga pemilihan ikan dan tanaman. Pembaca juga diajak memahami cara menjaga kualitas air, mengatur pakan, merawat ikan dan tanaman, serta mengelola sistem agar tetap berjalan secara efisien.

Keunggulan AquaLoop terletak pada pemanfaatan air dan ruang secara lebih optimal melalui sistem sirkulasi yang dirancang secara terpadu. Air dari kegiatan budidaya dapat dikelola kembali, sementara nutrien yang tersedia dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Buku ini turut membahas penggunaan teknologi cerdas melalui sensor, otomatisasi pompa dan aerator, pemberian pakan otomatis, serta Internet of Things (IoT) untuk membantu pemantauan dan pengelolaan budidaya. Dengan pembahasan yang sistematis dan aplikatif, AquaLoop dapat menjadi referensi bagi rumah tangga, sekolah, komunitas, maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan budidaya ikan dan tanaman di ruang terbatas sekaligus membangun sistem pangan perkotaan yang produktif dan berkelanjutan.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “AquaLoop: Penerapan Recirculating Aquaculture System (RAS) Terintegrasi Akuaponik untuk Optimalisasi Lahan Sempit Perkotaan”